Perkembangan
RAM (Random Access Memory)
RAM (Random Access Memory) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer
yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data
tersebut dalam memori. RAM (Random Access Memory) dapat ditulis dan
dibaca berlawanan dengan ROM (Read Only Memory). RAM biasanya digunakan untuk
penyimpanan primer (memori utama) dalam
komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, di mana gerakan
mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara
berurutan.
Pertama kali dikenal pada tahun 60′an.
Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang
sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.
Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM
, lebih tepatnya jenis DRAM.
Sejarah
perkembangan RAM (Random Access Memory)
1. RAM
RAM (Random Access Memory), ditemukan oleh Robert Dennard dan merupakan memory pertama di dunia yang di kembangkan oleh perusahaan INTEL pada tahun 1968. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77 MHz dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
RAM (Random Access Memory), ditemukan oleh Robert Dennard dan merupakan memory pertama di dunia yang di kembangkan oleh perusahaan INTEL pada tahun 1968. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77 MHz dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
Kelebihan
dari RAM :
Membutuhkan
tegangan 5 volt, bekerja pada frekuensi 4,77 MHz dengan access time 200ns.

2. DRAM
Dua tahun setelah itu IBM meluncurkan RAM juga pada tahun 1970 dan di beri label DRAM (Dynamic Random Access Memory). Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77 MHz hingga 40 MHz.
Dua tahun setelah itu IBM meluncurkan RAM juga pada tahun 1970 dan di beri label DRAM (Dynamic Random Access Memory). Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77 MHz hingga 40 MHz.
Kelebihan
dari DRAM :
Bekerja pada
frekuensi 4,77 MHz hingga 40 MHz.

3. FP RAM
Fast Page Mode DRAM ( FPM DRAM) ditemukan sekitar tahun 1987 atau yg lebih sering di kenal dengan nama FPM. FPM ini memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16 MHz hingga 66 MHz dengan access time sekitar 50ns. FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mbps. Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
Fast Page Mode DRAM ( FPM DRAM) ditemukan sekitar tahun 1987 atau yg lebih sering di kenal dengan nama FPM. FPM ini memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16 MHz hingga 66 MHz dengan access time sekitar 50ns. FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mbps. Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
Kelebihan
dari F RAM :
Bekerja pada frekuensi 16 MHz hingga 66 MHz dengan access time sekitar 50ns dan mampu mengalirkan data sebesar 188,71 Mbps.
Bekerja pada frekuensi 16 MHz hingga 66 MHz dengan access time sekitar 50ns dan mampu mengalirkan data sebesar 188,71 Mbps.

4. EDO RAM
Tahun 1995, di buatlah Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM, dia mempunyai kecepatan akses 50ns dan bekerja pada frekuensi 33 MHz hingga 75 MHz.
Tahun 1995, di buatlah Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM, dia mempunyai kecepatan akses 50ns dan bekerja pada frekuensi 33 MHz hingga 75 MHz.
Kelebihan
dari EDO RAM :
Bekerja
pada frekuensi 33 MHz hingga 75 MHz, dan mempunyai kecepatan access 50ns.

5. SDRAM PC66
Pada awal tahun 1996 hingga akhir 1997 Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM) di ciptakan oloh kingston. SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66 MHz Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Pada awal tahun 1996 hingga akhir 1997 Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM) di ciptakan oloh kingston. SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66 MHz Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Kelebihan
dari SDRAM PC66 :
Bekerja
pada frekuensi 66 MHz, membutuhkan tegangan 3,3 volt dan mempunyai access time
sebesar 10ns.

6. SDRAM PC100
Sama seperti SDRAM, SDRAM PC100 bekerja untuk komputer pentium II pada bus 100MHz, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100 MHz. Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800 Mbps.
Sama seperti SDRAM, SDRAM PC100 bekerja untuk komputer pentium II pada bus 100MHz, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100 MHz. Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800 Mbps.
Kelebihan
dari SDRAM PC100 :
Bekerja
pada bus 100 MHz, menggunakan tegangan 3,3 volt, mempunyai access time sebesar
8ns dan mampu mengalirkan data sebesar 800 Mbps.

7. DR DRAM
Tahun 1999, Rambus membuat sistem memory yang di beri nama Direct Rambus Dynamic Random Access Memory (DR DRAM) mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya (1GB = 1000 MHz) dengan tegangan 2,5 volt.
Tahun 1999, Rambus membuat sistem memory yang di beri nama Direct Rambus Dynamic Random Access Memory (DR DRAM) mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya (1GB = 1000 MHz) dengan tegangan 2,5 volt.
Kelebihan
dari DR DRAM :
Hanya
menggunakan tegangan 2,5 volt, bekerja pada sistem bus 800 MHz dan mampu
mengaliran data sebesar 1,6 Gbps.

8. RDRAM PC800
Pada tahun yang sama om Rambus juga mengembangkan memorynya menjadi RDRAM PC800, dengan tegangan 3,3 volt.
Pada tahun yang sama om Rambus juga mengembangkan memorynya menjadi RDRAM PC800, dengan tegangan 3,3 volt.

9. SDRAM PC133
Memory ini di kembangkan pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133 MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06 GB per detiknya.
Memory ini di kembangkan pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133 MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06 GB per detiknya.
Kelebihan
dari SDRAM PC133 :
SDRAM
PC133 bekerja pada bus frekuensi 133 MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan
mampu mengalirkan data sebesar 1,06 Gbps.

10. SDRAM PC150
Pada tahun 2000, SDRAM mulai di kembangkan dimana memory pada saat ini bisa di pergunakan pada ferkuensi 150 MHz. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28 GB per detiknya.
Pada tahun 2000, SDRAM mulai di kembangkan dimana memory pada saat ini bisa di pergunakan pada ferkuensi 150 MHz. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28 GB per detiknya.
Kelebihan
dari SDRAM PC150 :
Memori
PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data
sebesar 1,28 Gbps.

11. DDR SDRAM
Di tahun yang sama (2000), SDRAM di kuatkan hingga dua kali lipat Crucial. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan baris printah atau instruksi sekali setiap satu satuan waktu frekuensi bus, maka DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory) mampu menjalankan dua instruksi sekalian dalam satuan waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi.
Di tahun yang sama (2000), SDRAM di kuatkan hingga dua kali lipat Crucial. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan baris printah atau instruksi sekali setiap satu satuan waktu frekuensi bus, maka DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory) mampu menjalankan dua instruksi sekalian dalam satuan waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi.
Kelebihan
dari DDR SDRAM :
Dengan memori DDR SDRAM sistem bus
dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada
frekuensi 200 – 266 MHz.

12. DDR RAM (Double Data Rate Random Access
Memory)
Pada tahun yang sama INTEL dan AMD, bersaing dengan kuat dan ketat dalam meningkatkan performa kecepatan CPU, Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar.
Pada tahun yang sama INTEL dan AMD, bersaing dengan kuat dan ketat dalam meningkatkan performa kecepatan CPU, Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar.
Kelebihan
dari DDR RAM :
Bisa meningkatkan
memori bus ke 133 Mhz.

13. DDR2 RAM
Di kembangkan pada tahun 2005, DDR2 RAM adalah memory yang paling banyak berredar saat ini di pasaran, terbukti komputer ber pentium 4 ke atas banyak menggunakan jenis memory ini.
Di kembangkan pada tahun 2005, DDR2 RAM adalah memory yang paling banyak berredar saat ini di pasaran, terbukti komputer ber pentium 4 ke atas banyak menggunakan jenis memory ini.
Kelebihan
dari DDR2 RAM :
Penggunaan ini banyak di pergunakan
karena memory jenis ini hanya membutuhkan daya listrik sebear 1,8Volt sehingga
dapat menghemat performa listrik atau tegangan yang masuk ke komputer.

14. DDR3 RAM
Pada tahun 2007 akhir Intel mengembangkan memory dengan label DDR3.
Pada tahun 2007 akhir Intel mengembangkan memory dengan label DDR3.
Kelebihan
dari DDR3 RAM :
Dengan pengunaan daya listrik 1,5 Volt
membuat memory jenis ini lebih memukau karena kecepatan membacanya sangat cepat
dibanding beberapa memory hasil perkambangan
RAM sebelumnya dan mampu mentransfer data dengan clock efektif
sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan
DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300
MHz).

15. DDR4 RAM
Memori DDR4 ini diklaim sebagai memory
generasi Terbaru yang memiliki dan akan di produksi pada tahun 2013 ini.
Tingkat kecepatan transfer rate 2133 – 4266 MT/ second dimana yang kita ketahui
sekarang masih tekhnologi DDR3 dan itu dengan kecepatan 800MT/second.
Kelebihan dari
DDR4 RAM :
Lebih hemat
daya, dengan Tegangan standar hanya 1,2 volt dan versi low power hanya
1,05 volt. Dan memiliki kecepatan transfer rate 2133-4266 MT/second.

0 komentar:
Posting Komentar